Sunday, April 22, 2012

Chapter 3/4


Konsumen adalah setiap orang pemakai barang ataua jasa yg tersedia dalam masyarakat, baik untuk kepentiangan sendiri, keluarga da orang lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika pembelian produk untuk dijual kembali maka disebut distributor atau pengecer.
Pendekatan perilaku Konsumen
Teori pendekatan konsumen terdapat 2 macam yaitu :
1. Pendekatan Konsumen Oridinal
Pendekatan yang daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.

 Dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :
1. Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya
2.   Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering.
3. Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.

Kelemahan pendekatan konsumen ordinal yaitu terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dari satu kepuasan.Pada umunya kenyataan pengukuran semacam ini sulit untuk dilakukan karena tidak flexible dan jarang dilakukan.

2. Pendekatan Konsumen Kardinal
Daya guna dapat diukur dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna tergantung kepada subyek yang menilai. Pendekatan ini juga mengandung anggapan bahwa semakin berguna suatu barang bagi seseorang, maka akan semakin diminati. Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal


Pada pendekatan Kardinal terdapat beberapa asumsi yang dapat digunakan untuk menunjukan  tingkat konsumennya yaitu :
1. Konsumen Rasional, konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
2.   Diminshing marginal utility, tambahan utilitas yang diperoleh konsumen makin menurun dengan bertambahnya konsumsi dari komoditas tersebut
3.    Pendapatan konsumen tetap
4.    Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap

Dan juga asumsi dasar dari Pendekatan Konsumen Kardinal adalah :
a.    Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.
b.    Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
c.    Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan
d.   Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.

Konsep Elastisitas
Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variabel lainnya. Dengan kata lain elastisitas mengukur  seberapa besar kepekaan atau reaksi konsume terhadap perubahan harga.

Elastisitas permintaan ada 3 macam yaitu :
1.  Elastisitas harga (presentase perubahan jumlah barang yg diminta yg disebabkan oleh perubahan harga itu sebesar satu persen)

2. Elastisitas Silang (persentase perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang lain yg berhubungan sebesar satu persen)

3. Elastisitas Pendapatan (persentase perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan pendapatan riel konsumen sebesar satu persen)

Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran mengukur respons penawaran terhadap perubahan harga. Elastisitas penawaran digolongkan menjadi lima, yaitu (1) Elastis sempurna, (2) inelastis sempurna, (3) elastisitas tunggal (unitary elasticity), (4) elastis, dan (5) inelastis.





Sumber :

No comments:

Post a Comment